Normalisasi Desa Labansari Menggunakan Dana Desa Tahap III 2023 Diduga Fiktif

Gambar Ilustrasi

KABUPATEN BEKASI – Pelaksanaan program pembangunan dengan dana desa tahap 3 tahun 2023 oleh Desa Labansari disinyalir belum dikerjakan (fiktif). Dugaan ini kuat karena kronologis tidak dilaksanakannya pembangunan drainase itu berawal ketika anggaran untuk normalisasi itu digunakan untuk kepentingan.

Read More

Salah seorang sumber yang setiap tahun dipercaya mengerjakan normalisasi menggunakan dana Desa Labansari mengungkapkan, tahun 2023 tidak ada pekerjaan normalisasi itu. “Kagak ada bang, saya sama sekali tidak pernah mengerjakan normalisasi itu. Normalisasi yang menggunakan dana desa (padat karya desa),” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (24/01/2024).

Tak hanya sampai disitu, Desa Labansari pada tahun 2023 kemarin mendapatkan bantuan Padat Karya dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi. Program ini dialokasikan untuk normalisasi saluran air. Dalam pelaksanaannya anggota Padat Karya yang berjumlah 50 orang setiap harinya diberikan upah 150.000 ribu per orang plus makan siang. “Tapi saya dibayar 120 ribu perharinya pak,” ungkap salah satu anggota Padat Karya yang meminta namanya tidak disebutkan.

Belum lagi jumlah anggota Padat Karya yang dilaporkan sebanyak 50 orang itu tidak sesuai dengan jumlah di lapangan. Di Lapangan hanya sekitar 30 orang saja. Namun demikian, Sekdes Labansari, Deni Yogaswara, membantah pihak itu. “D kerjakan ath a. Sesuai pa. Kn sudah laporan ke dinas juga TPK sy,” singkatnya via whatsapp.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *