Bekasi Raya
Mobilitas Kereta di Bekasi Meningkat, Kebutuhan Konektivitas Semakin Besar
Aktivitas naik-turun penumpang kereta jarak jauh di Bekasi tumbuh 9,76 persen pada Januari–Oktober 2026, menegaskan pentingnya integrasi perjalanan komuter dan antarkota.
Ilustrasi AI: gambar dibuat untuk menggambarkan topik, bukan dokumentasi peristiwa sebenarnya.
Artikel ini merupakan kurasi dan rangkuman orisinal atas laporan media lain, bukan hasil peliputan langsung OpiniBekasi. Fakta utama merujuk pada sumber yang dicantumkan.
Kebutuhan perjalanan kereta dari dan menuju Bekasi terus menguat. Menurut laporan ANTARA pada 3 November 2026, PT KAI mencatat 2.364.801 aktivitas naik dan turun penumpang kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 9,76 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, aktivitas keluar-masuk pengguna Commuter Line di Stasiun Bekasi mencapai sekitar 19,5 juta. Di Stasiun Cikarang angkanya sekitar 12,7 juta. Angka ini menggambarkan besarnya peran wilayah penyangga Jakarta dalam mobilitas harian maupun antarkota.
Penambahan pilihan pemberhentian melalui jadwal perjalanan 2026 memberi alternatif bagi warga yang hendak bepergian tanpa harus selalu bertolak dari stasiun besar di pusat Jakarta. Pengembangan akses antarmoda menjadi isu penting seiring pertumbuhan permukiman dan kegiatan ekonomi Bekasi.
